Layangan Pandangan sebuah Pemahaman

bintang-jatuhAda beberapa sedikit waktu setelah diriku menyantap nikmatnya makanan diwaktu sahur, dan suasanya setelahnya sangat sepi sekali, suasana tersebut tidak bisa aku gunakan untuk tidur kembali, ada pikiran yang melayang –layang dalam benak ini yang memaksa diriku untuk menuliskannya,

Didalam kesunyian yang sedang hinggap dalam suasana yang kulalui ini, aku teringat dimana saat diriku mencintai seseorang yang sampai saat ini sulit untuk diriku melupakannya.

Wanita cantik yang sampai saat ini sering melintas tiap harinya dihadapanku pada saat aku melakukan akitivitas kerja membuat diriku masih mengingatnya dan sampai saat ini aku cenderung membuat jantung ini tersentak dikala sang mantan belahan jiwa membalas tatapan yang sedang aku lontarkan seolah ada sesuatu yang tidak bisa dia sampaikan kepada diriku, aku sungguh memahaminya apa yang sedang ia rasakan saat ini, dan sekali dia tertunduk untuk meresapi apa yang telah terjadi dengan takdir yang kami terima.

Pancaran aura yang disampaikannya menggambarkan bahwa dirinya masih belum mendapatkan apa yang dia mau, tapi dirinya pun tidak mau kehilangan apa yang sudah ada, penderitaan yang dialaminya membuatnya langkah demi langkah kaki yang terayun agak sedikit gontai. Sangat jelas sekali apa yang ia rasakan, yang kini aku rasakan.

“ Maafkan aku mas, Aku hanya tidak ingin menyakiti lagi “ adalah kalimat yang pernah dilontarkannya lewat pesan alat komunikasi yang bernama handphone ( sms ) kalimat tersebut mengisi ruang space kotak masuk di dalam hanphone aku, ……….hmmm dalam hati bertanya “ kenapa alasannya kok demikian . apa yang sesungguhnya terjadi dalam dirimu “, meskipun saat ini aku tidak pernah menganalisanya tapi gelombang lemah yang terpancar bahwa dia masih ada getaran yang mengarah pada diriku, tapi daya kekuatan yang lemah pada dirinya membuatnya tidak bisa berbuat apa – apa.

Tapi diriku sudah tidak akan lagi melakukan hal –hal yang membuatmu akan merasa melakukan sesuatu karena bukan kehendakmu, aku akan memberimu ruang bergerak untuk melakukan apa yang ingin hatimu untuk melakukannya…,

Aku sudah tidak ingin menjadi sebuah makhluk yang hanya membuat kacau segala suasana hatimu, di saat ini aku merasakan hawa yang tenang dalam diriku untuk melakukan hal –hal yang dapat membuat beberapa pihak merasakan suatu perasaan aman,

Jika tulisan ini tidak bisa dimengerti tapi secara feeling kita akan memahami apa yang ada ada dalam tulisan ini.

Waktu – waktu silam yang sangat menyedihkan aku lalui membuat diriku lebih mengerti apa yang harus aku lalui disaat ini dan disaat yang akan datang.

Perbuatan –perbuatan cengeng dulu yang telah aku lalui bersamamu yang membuatku harus merelakan kepergianmu membuat diriku lebih memahami langkah apa yang akan aku tempuh dimasa yang akan datang.

Tapi sekarang aku sedikit mendapatkan secercah cahaya kecil yang dapat menerangi langkah apa yang harus aku injak untuk membuatku lebih merasakan arti sebuah kebersamaan.

Masa lalu yang menghantui betapa fatalnya sesuatu langkah yang menjebloskan aku kejurang ketidaknyamanan,

Hmmm …kusandarkan sejenakkan punggungku…terasa nyaman dan semakin memantapkan jalan apa yang harus aku tempuh…..

Kupejamkan mata ini membuat aku lebih mengingat tentang apa yang telah aku perbuat dimasa lalu waktu aku bersamamu….

Indah…….., sedih………., dan kemudian sangat menyakitkan karena dirimu harus merasakan cinta dengan orang lain, dulu aku merasakan betapa sesaknya dada ini ketika melihatmu melintas lembut dihadapan kedua mata ini, yang memberi isyarat kepada jantung ini agar mendetakkan denyut yang lebih kencang sehingga indra perasa dalam relung hati tidak bisa menahannya dan menimbulkan rasa sakit yang mambuat diriku kaku disaat aku melangkahkan kaki, degupan jantung yang sangat keras waktu diriku melihatmu membuat rasa dihati seperti tertusuk duri lebut yang menyelip dan terasa menyakitkan, tapi kunikmati rasa tersebut, aku memperhatikan rasa tersebut begitu bergerak – bergerak seakan ingin merobek daging – daging yang membalut jantung ini.

Jiwaku yang sedikit terpancar cahaya ikhas menerima respon yang diberikan respon jantung membuat pikiran ini melontarkan cercaan yang sedikit tidak memberi rasa menyenangkan.

Tapi kian hari berlalu indah, diriku meresapi sedikit cerita yang tidak mengenakkan itu, tapi bagi diri ini kejadian yang aku lalui menuntut semangat dalam diriku untuk melanjutkan kehidupan yang menyenangkan, disaat ini aku mulai belajar berdiri yang tentunya aku derita disaat aku terjatuh,

Bangkit, berdiri setelah mengalami rasanya terjatuh membuat diriku lebih kuat melangkah meskipun ancaman yang akan membuatku terjatuh kembali masih terbentang dihadapanku. Dengan terjatuh aku lebih mengerti arti sebuah perjalanan hidup, dan semakin mengerti hal –hal yang membuatku terjatuh.

Aku Akan mendapatkan apa yang selama ini aku dapatkan…..!, jika yang selama ini aku mengerjakan suatu yang salah sudah saaatnya dihari berikutnya aku melangkah kearah yang lebih memiliki cahaya yang indah yang tentunya menuju jalan yang aku dambakan…

Berjuanglah … berjuanglah….

Limazboy

Iklan

One response to this post.

  1. Posted by cupi.ctk on 23 Agustus 2009 at 13:45

    HEM…..
    seberapa besar km mnyatakan ketangguhanmu,kebijaksanaanmu dalam mmhmi prstwa & rasa itu…
    sebesar itu terlihat pengharapan suatu rasa yang seakan tak kan berujung & berakihir oleh waktu…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: