Kehilangan….!!!!

kehilangan
Terdapat seorang ibu muda yang sejenak merenung sebentar sambil menitik air mata dengan pipi memerah , terlihat ketika diriku melintas berpapas dihadapannya,

Muka pucat dan terlihat sedih telah menggandrungi hidup seorang ibu muda yang sebelumnya ibu tersebut adalah seorang yang periang. Kepergian anaknya yang kedua membuat sang ibu seolah tersentak dan separuh dari kebahagiaan hidupnya lenyap,..ya… anak kedua yang berumur sekitar 9 bulan telah meninggal dunia.

Sempat diriku mencoba menghibur ibu tersebut dengan cara aku bercerita tentang pengalamnku yang lucu, gokil, dan tujuannya adalah untuk menghibur ibu tersebut, yahhh sejenak ibu tersebut tersenyum dan sedikit tertawa, tapi beberapa menit kemudian dia tumpahkan lagi air matanya setetes demi tetes, tampaknya luka atas KEHILANGAN buah hati yang tiap hari menghiasi hari – harinya membuatnya tak sanggup lagi menahan luka yang amat dalam hatinya.

Ini adalah sebuah fenomenal yang terjadi dan sangat fitrah terjadi pada setiap manusia ketika kita merasakan kehilangan, Entah itu kehilangan anaknya yang meninggal dunia seperti yang dialami ibu tersebut, entah itu sesuatu yang kita suka atau seseorang yang berharga bagi kita.

“Perasaan tidak terima”……itulah yang kita rasakan, hal itu terasa hingga beberapa menit setelah kejadian itu terjadi. Bingung, gundah, menangis, berteriak, marah – marah akan menyelimuti emosi perasaan di saat kita menghadapi sebuah kehilangan. Perasaan kita sangat kacau dan susah terkendali.

Sampai pada akhirnya kita lelah dengan perasaan tersebut, dan kita menangis. Setetes air mata yang jatuh seolah tak tertahan mengiringi perasaan yang mempunyai anggapan dalam hati bahwa kebahagiaan hidup yang kita rasakan seolah menciut dan hilang dalam sekejap.

Kita merasa sudah tidak ada lagi warna indah dalam hidup, kita merasa hati kita mati, dan sejenak kadang kita menyalahkan…..

Ya ………MENYALAHKAN.

Kita menyalahkan Takdir…..

Kita menyalahkan Tuhan tidak adil….

Kita Menyalahkan orang lain….

Terlebih kita Menyalahkan diri kita sendiri…

Tragis dan sangat mengiris di hati

Anggapan yang tak lazim pula sering kita teriakkan dalam hati dengan merasa bahwa diri kita sudah tidak diperlakukan secara adil , kita merasa dianggap sampah, kita merasa di buang , kita merasa dikhianati dan ilusi – ilusi negative lainnya akan selalu menyelimuti hari – hari kita setelah kita merasakan sebuah KEHILANGAN.

Dan seiring berjalannnya waktu satu, dua, tiga hari dan seterusnya. Ilusi kejadian yang menyakitkan tersebut seolah melekat dalm benak dan fikiran kita. Seolah menghantui dan berakibat timbulnya perasaan tak menentu yang terus menerus menyelimuti dan sulit sekali untuk menciut dan mereda.

Di situlah seseorang baru merasakan betapa berharganya nilai sesuatu yang telah meninggalkan kita, disitu jugalah kita mengetahui sesuatu yang telah pergi itu sangat berarti bagi kita.

Ilusi – ilusi menyakitkan kadang sering tampak juga ketika kita sejenak merenung sendiri, mengenangnya, dan kadang pada saat kita berada di suatu tempat yang pada saat itu kita pernah melalui dengan sesuatu yang meninggalkan kita itu.

Meskipun kadang kejadiannya sudah menjauh dari waktu, tapi ilusi itu akan terus terekam kuat dalam hidup kita dan tak jarang pula sering mengusik hati dan kadang menghambat perjalanan hidup yang kita lalui

Trus…? sampai kapan ilusi – ilusi menyakitkan itu akan segera berakhir…?

sampai kita menyadari bahwa sebenarnya kita sudah terjangkit virus Sindrom of Yesterday.

Dengan menyadari bahwa kegiatan mengingat ilusi buruk itu tak akan mengubah keadaan dan tak akan pula mendapatkan apa yang sudah hilang, maka kita akan berubah dengan sendirinya yang memiliki imun yang lebih bervelue. dan kita bisa meggunakannya untuk mendapatkan yang lebih baik dari yang sudah pergi menghilang entah kemana..

Inilah fase yang akan kita alami setelah kita KEHILANGAN. Kejadian ini pernah aku bicarakan bersama Kei ( Instruktor Hitmansystem ) dan dia menjabarkan fase – fase yang akan kita lalui setelah kehilangan.

Inilah fase – fase itu :
1. Denial ( Perasaan tidak terima )
Sekejap setelah beberapa detik / menit setelahnya kita merasa kaget, bingung, kehilangan kendali dan kadang tidak percaya bahwa sesuatu yang telah hilang itu sudah tidak ada lagi. Emosi meluap – luap dan seolah kita akan membuktikan bahwa kita tidak kehilangan. Dan pada saat itu jugakita kadang masih belum percaya sepenuhnya klu kita sudah kehilangan. Tapi apa yang sebenarnya terjadi kita sudah KEHILANGAN.

2. Angry ( Marah )
Inilah yang kita luapkan setelah kita sudah percaya bahwa sebenarnya kita sudah KEHILANGAN setelah kita melewati fase Denial .dan di teruskan di fase berikutnya yaitu sedih atau berduka.

3. Berduka Cita ( Sedih )
Hari demi hari bulan demi bulan hingga tahun demi tahun dan seterusnya kita akan terjangkit perasaan sedih yang sering muncul dan terngiang dan menjadi sebuah kenangan yang menyakitkan. Kadang bayangan tersebut muncul begitu saja yang berakibat sedih yang tak kunjung selesai.

4. Nerima
Inilah fase yang kebanyakan orang sulit untuk melakukannya. Kita tidak bisa menerima bahwa kita kehilangan dan kadang kita masih mencari bukti bahwa klu bahwasanya kita masih belum kehilangan, misal klu kita kehilangan orang yang kita cintai ( broken heart ) kita masih berusaha dengan jurus – jurus kita bagaimana caranya si dia kembali yang menandakan bahwa sebenarnya DIRI KITA ADALAH ORANG YANG TIDAK KITA PERCAYA.
Sehingga setelah kita gagal kita akan merasa Denial lagi , Angry , Sedih dan begitu seterusnya, fase – fase itu akan terus berputar sampai kita menutupnya dengan Menerima

Terima bro… yang terjadi biarlah terjadi, sudah tidak bisa diulang lagi…!!

Terus gimana dong caranya ngilangin ilusi – ilusi menyakitkan tersebut
Kei juga membeberkan cara- cara bagaimana kita bisa menetralisir racun tersebut.

1. Menghindar dari sumber penyakit, hindarilah tempat – tempat yang menimbulkan kita terperangkap lagi, barang – barang yang berhubungan dan hal- hal yang mengingatkan kita pada kenangan – kenangan tersebut.
2. Stop mikir sendiri, berusaha mengenang masa lalu, “klu seumpanya Si dia bersamaku aku akan bahagia..” busyyetttt.. stop bro berpikiran menghayal sesuatu yang g jelas lho bisa gila….
3. Accept and Let Go ( terima dan pasrah ), sudah lah bro yang lalu biarlah berlalu.. , dan tidak akan kembali lagi fase ini adalah awal dari kebangkitan dan mulai dari yang baru,.,..
4. Upgrade, hiasi hari-hari dengan pekerjaan yang lebih baik, lebih menarik, lebih indah dan lebih bervariasi dari sebelumnya.

Dan satu hal yang gue tangkep bahwa Kei pernah mengatakan pada gue : “Salah satu penyebab pendertaan adalah ketika loe berusaha mnegontrol apa yang gak bisa loe kontrol, dan gak bisa menerima apa yang sudah terjadi. ACCEPT AND RESET!

So, selamat bertransformasi

Sun Achilleus

Iklan

2 responses to this post.

  1. Posted by mohammad shouman on 6 November 2009 at 22:52

    “Salah satu penyebab pendertaan adalah ketika loe berusaha mnegontrol apa yang gak bisa loe kontrol, dan gak bisa menerima apa yang sudah terjadi. ACCEPT AND RESET!”
    sorry broo.,.,.,klo masalah ” ACCEPT AND RESET!” tergantung dari kapasitas(iman) masing** orang untuk menyikapinya.Dan tiada seorangpun yang mampu menolak kehendakNya.” what Ever.,.,., it will be good for U” Trusst.,.,.,Of GOD.

    Balas

    • “tiada seorangpun yang mampu menolak kehendakNya.” what Ever.,.,., it will be good for U” Trusst.,.,.,Of GOD.”

      Tuhan Juga bersabda ” Allah Tidak akan merubah nasib suatu kaum Kecuali kaum itu mau merubahnya ” ACCEPT and RESERT ( Menerima dan Mengoreksi diri ) sangat dianjurkan bro berdasarkan kepercayaan manapun,….!!!

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: