Archive for the ‘Paradigma’ Category

Mengapa Anda Perlu Gagal

andaperlugagal
>
nih artikel dari lex dePraxis yang ngelurusin mindset gue yang awalnya gue beranggapan bahwa kegagalan menurut gue adalah suatu yang menjadi beban hidup tapi sebenarnya…? ya udah mending kita baca aja deh artikel sakti ini…>

Jujur saja, kesuksesan adalah sesuatu yang terlalu dibesar-besarkan. Semua orang ingin sukses, lebih sukses, dan paling sukses di bidangnya masing-masing. Orangtua kita menghabiskan sedemikian banyak waktu, energi, dan materi untuk membuka mata kita akan pentingnya kesuksesan, namun lupa untuk mengingatkan bahwa justru kegagalan adalah awal dari kebijaksanaan dan kekuatan.

Hari ini saya akan melengkapi kealpaan tersebut. Hari ini saya akan mencolok kedua mata Anda sedemikian keras agar bisa mengerti betapa pentingnya sebuah kegagalan.

* Rasa takut gagal adalah alasan paling utama mengapa lebih dari 80% orang di dunia ini tidak pernah bisa mencapai impiannya. Bukan karena impiannya yang terlalu aneh atau tinggi, bukan juga karena kurang perencanaan yang matang, kurang sumber daya, kurang semangat, kurang dukungan, dsb. Rasa takut gagal, itulah agen sabotase terbesar yang memisahkan Anda dari apapun yang menjadi cita-cita Anda.

* Kesuksesan bersifat monumental dan periodik yang akan rubuh kehilangan cahayanya, hilang terlupakan beberapa di detik setelah Anda tersandung atau seseorang merebut kesuksesan tersebut dari tangan Anda. Sementara kegagalan bersifat transendental yang tidak akan pernah hilang ataupun terlupakan karena Anda akan mengantungi pelajaran penting yang akan terus mempengaruhi seluruh aspek hidup Anda seumur hidup.

* Kunci terpenting dalam hidup adalah memiliki kemampuan untuk bangkit berdiri lagi setelah terpeleset jatuh (bounce back), dan Anda tidak akan pernah bisa memilikinya jika Anda tidak pernah gagal atau jarang merasakan kegagalan. Kesuksesan tidak membuat seseorang jadi lebih baik dan lebih dewasa, malah biasanya berefek sebaliknya. Justru kegagalan yang menempa Anda jadi bermental baja.

Kegagalan merupakan pemicu dari inspirasi dan kerendahan hati. Kesuksesan jarang sekali memicu kedua hal tersebut, percayalah Anda akan sangat-sangat membutuhkannya ketika sukses nanti. Lebih jauh dari itu, berdasarkan pengalaman pribadi saya berani menyimpulkan bahwa nilai-nilai yang Anda dapatkan selama 3 tahun menjadi orang sukses jauh lebih rendah daripada nilai-nilai yang Anda dapatkan dalam kegagalan selama 3 menit. Jika Anda tidak percaya akan hal ini, silakan tanyakan pada tokoh-tokoh yang Anda kagumi.

Coba simak kutipan berikut ini dari Jon Carrol:

“Success is boring. Success is proving that you can do something that you already know you can do, or doing something correctly the first time, which can often be a problematical victory. First-time success is usually a fluke. First-time failure, by contrast, is expected; it is the natural order of things.

Failure is how we learn. I have been told of an African phrase describing a good cook as ’she who has broken many pots.’ If you’ve spent enough time in the kitchen to have broken a lot of pots, probably you know a fair amount about cooking. I once had a late dinner with a group of chefs, and they spent time comparing knife wounds and burn scars. They knew how much credibility their failures gave them.“

Akhir kata, menjadi sukses itu adalah perkara mudah, jika Anda senantiasa memahami seni bangkit kembali.

Jadi apakah Anda sudah mengalami kegagalan hari ini? Jika ya, selamat!

Salam revolusi cinta,
Lex dePraxis
Solusi Romansa #1 di Indonesia

Apakah Hidup itu Sama Seperti Main Game ?

FunPhotoBox_051558rwmfmsBermain game…! kita semua kayaknya sering bermain game, game sering dimainkan oleh anak –anak sampai orang dewasa tergantung tingkatannya. Game juga dapat dijadikan hoby. Kalau kita melihat di mall, game – game yang tersedia disana masih ramai diminati masyarakat, kadang ada beberapa orang yang rela menghabiskan kocek dan waktu mereka untuk sebuah game.

Terus apa imbalan dari bermain game ? , kebanyakan dari mereka bilang “ seru “, dan ada yang bilang karena merupakan permainan yang menyenangkan .

Dari beberapa pendapat yang sering muncul dari banyak pemain game, game dikatakan seru bila game tersebut memiliki tantangan, semakin sulit tantangan dalam permainan game tersebut, semakin seru dan semakin penasaran untuk memainkannya.

Jika game tersebut mudah, dan kita sering menang dalam game tersebut kayaknya game itu tidak akan seru dan mungkin tidak akan laku di pasaran. Tentunya kita tau game yang banyak digemari para gamer adalah game yang seru dan sulit bagi kita memainkannya. Itulah tantangan – tantangan yang membuat game itu semakin seru.

Apakah hidup itu sama dengan bermain GAME….!

Saya jawab Mirip !

Why…?

Kenapa saya bilang mirip…! Dalam game banyak sekali rintangan – rintangan yang menjadikan kita sulit untuk menang, banyak level-level yang membuat kita sulit untuk mencapai puncak finish. Dan kurasa dalam hiduppun kayaknya juga begitu banyak masalah sulit yang sering kita hadapi. Banyak masalah ini dan itu yang membuat kita terhambat untuk mencapai suatu kesuksesan yang kita inginkan . Itu adalah game,… sobat…..

…Jika kita salah bermain game kita akan kalah terus dan kita tidak akan tau kelanjutan kesuksesan kita.

Saya bilang “mirip” antara hidup dan bermain game, dan saya tidak bilang “sama” karena game dalam hidup bukannlah sebuah pilihan, game dalam menjalani hidup harus kita terima mau atau tidak mau, untuk itu kenapa kita harus bersekolah dari TK sampai SMU dan bahkan perguruan tinggi, tujuannya adalah agar kita bisa memainkan game dengan benar nantinya, agar kita bisa mencapai finish kesuksesan dalam bermain game tersebut, jika kita kalah dalam bermain game karena tidak tau strategi atau alasan – alasan lain kita akan malah terpuruk di level – level rendah tanpa bisa mencapai tingkat level yang tinggi.

Strategi – strategi itulah yang harus kita tau dalam bermain game atau menjalani game kehidupan agar kita sukses.

Dalam menjalankan sebuah strategi kadang kita terpaku pada yang itu – itu saja sehingga apabila strategi tersebut gagal kita frustasi lalu putus asa.

Bro lakukan strategi yang lain yang lebih menguntungkan …

Jika cara yang lama tidak menghasilkan apa – apa berarti cara kita salah, kita mulai lagi cara lain yang menurut kamu lebih benar…

Trial and Error, Trial and Error,……………

lakukan sampai kita mendapat apa yang kita idamkan.

So janganlah menganggap masalah itu terlalu serius, dan pilunya lagi kita putus asa dalam menjalaninya, ……Karena kita belum tau bahwa hidup sebenarnya adalah

SEBUAH PERMAINAN BESAR….

Dalam permainan kalau kalah, ya restart lagi dong dan mulai lagi dengan strategi yang baru…

Klu Game itu mudah ya ga seru…….

Bukankah hidup kita akan lebih menarik dan sangat membanggakan jika kita mampu menyelesaikan sebuah permasalah yang besar….

Hmmm……klu sekarang saya suka bermain game he…he…
So, jangan terlalu serius menghadapi game kehidupan.

Sun Achilleus

Perjuangan Memang Butuh Pengorbanan, Benarkah…?

pengorbananEntah dari mana paradigma konyol itu masih berlaku sampai sekarang. Seakan – akan untuk mencapai sesuatu yang kita inginkan KITA HARUS BERJUANG…., KITA BUTUH PENGORBANAN,…..

Hal tersebut sangat mengingatkan kita pada perjuangan Indonesia melawan penjajahan BELANDA, “Peraaang kita harus MERDEKA, MERDEKA, dan MERDEKA…….!!!” Kita teringat dengan peperangan, hati kita seolah terbakar…

Sungguh sangat mengerikan sekali.

Berkorban cenderung berefek pada menyakiti diri atau merugikan diri sendiri, baik riil maupun non riil, dengan harapan apa yang kita cita – citakan tercapai dan juga dengan kata BERKORBAN tersebut seolah – olah kita akan mendapatlkan apa yang kita mau dengan cara tersebut, dan sudah tidak ada cara lain lagi untuk mencapai sesuatu dengan cara berkorban tersebut.

Mari kita teliti sebentar..

“ PERJUANGAN MEMANG BUTUH PENGORBANAN “

Kata BERJUANG, dalam kata ini kita seolah –olah ngotot, bagaimanapun caranya sesuatu yang kita ingini harus tercapai, berjuang untuk menang berarti Ngotot untuk menang, “bagaimanapun dan apapun saya harus menang ? “

Sehingga sangat cenderung tergesa – gesa, penuh emosi, dan mata seolah rabun yang mengakibatkan gelombang otak naik menuju posisi beta. ……..Ingat Bung …….para ahli dalam hal otak mengemukakan hasil risetnya bahwa seseorang akan cenderung mudah terkena serangan penyakit jika posisi gelombang otak terjadi pada tahap ini ( tingkat stress ) sehingga pikiran kita tidak jernih lagi dan malahan berfikir sembrono yang mengakibatkan justru kita akan jauh dari harapan yang kita inginkan.

“Terlalu serius lo, nanti cepat tua”

Ditambah lagi dengan

Kata BERKORBAN, huhhh klop banget rasanya untuk menyempurnakan tingkat kesetresan kita, sehingga Jika Kita sudah BERJUANG dan BERKORBAN, kalau tidak berhasil…..hmmm anda sudah bisa menerkanya…

Apa yang anda terka ….? Kata kata berikut …

“ Bangsat, aku sudah berkorban nih, panas, hujan, sudah aku lalui, semuanya sudah aku korbankan, tapi aku belum mendapatkan apa –apa…? Aku Harus berkorban apa lagi….. “

“ Mungkin takdir ya, kayaknya aku harus berSABAR nih…..”

Ketika perjuangan yang disertai dengan pengorbanan itu gagal, kita cenderung menyalahkan…!

“Mungkin takdir kali ya..?”
“Mungkin belum jodohnya kali ..?”
“Mungkin pengorbananku kurang …?”

kemudian kita hibur diri kita dengan kata

“Sabaaaaar………jangan marah….!!!” saya yakin dalam hati pasti anda sangat kecewa.

Anggukkan kepala anda jika apa yang sudah saya utarakan itu tidak salah.
Dan ajukan sebuah komentar jika anda masih belum puas dengan apa yang sudah saya jabarkan.

WHY YOU SO SERIOUSLY, sobat , bung ,atau siapalah …

Banyak jalan menuju Roma…, Itu yang menurut saya pribadi paradigma peribahasa yang benar .

Banyak orang – orang sukses justru karena melakukan dengan pelan –pelan, santai, relax and Not so seriously.

Karena dengan santai kita bisa berfikir dengan jernih, bersih dan tidak tergesa – gesa.

Dengan santai pula kita bisa terlihat ramah, baik, dan mungkin terlihat sangat sopan sekali, sehingga ketika orang lain bertemu kita, orang tersebut cenderung merasa aman, tenang, mungkin nantinya akan menjalin sebuah kerjasama dengan anda.

Tapi kalau Kita ngotot,……. Udahlah tebak sendiri deh hasilnya kayak apa…

So, kesimpulannya rubahlah paradigma – paradigma yang salah dalam masyarakat, berilah / ajarkanlah pola pikir yang benar kepada masyarakat, entah itu teman kita, keluarga kita, anak asuh kita dan semua orang yang kita kenal maupun tidak kita kenal. Agar mereka tidak mengalami kepahitan akibat pola pikir yang keliru .

Jika anda tidak setuju …….. saya persilahkan anda berkomentar…….sehingga nanti kita bisa mendiskusikannya lagi….

Mantan orang serius,

Limazboy