Jalan Kaki 400 Kilometer demi Cinta

Beijing, Jumat

Demi cinta, seorang pria dari kotapraja Chongqing berjalan lebih dari 400 kilometer ke Chengdu, provinsi Sichuan, China, dengan harapan dapat menaklukkan hati mantan pacarnya.

Namun, apa mau dikata. Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak! Semua jerih payah sang pemuda berakhir dengan kegagalan, demikian laporan kantor berita resmi China, Xinhua, sebagaimana dilansir laman Sripoku.com, Jumat (4/9).

Setelah memutuskan hubungan dengan pacarnya sesudah empat tahun menjalin asmara, pemuda itu menyadari dia tak dapat hidup tanpa sang gadis, tulis Xinhua.

Dengan tekad bulat, katanya, pemuda itu pun mengumumkan bahwa dia akan berjalan kaki untuk menyambangi universitas tempat mantan kekasihnya menimba ilmu di Chengdu untuk kembali merebut hatinya.

Sang pemuda sampai di universitas tempat sang gadis belajar setelah menempuh perjalanan selama 15 hari. Tapi, sang mantan kekasih juga telah mengambil keputusan bahwa dia telah melanjutkan hidupnya
tanpa sang pria. (soe)

Sumber:http://www.wartakota.co.id/read/warta/11501

Kehilangan….!!!!

kehilangan
Terdapat seorang ibu muda yang sejenak merenung sebentar sambil menitik air mata dengan pipi memerah , terlihat ketika diriku melintas berpapas dihadapannya,

Muka pucat dan terlihat sedih telah menggandrungi hidup seorang ibu muda yang sebelumnya ibu tersebut adalah seorang yang periang. Kepergian anaknya yang kedua membuat sang ibu seolah tersentak dan separuh dari kebahagiaan hidupnya lenyap,..ya… anak kedua yang berumur sekitar 9 bulan telah meninggal dunia.

Sempat diriku mencoba menghibur ibu tersebut dengan cara aku bercerita tentang pengalamnku yang lucu, gokil, dan tujuannya adalah untuk menghibur ibu tersebut, yahhh sejenak ibu tersebut tersenyum dan sedikit tertawa, tapi beberapa menit kemudian dia tumpahkan lagi air matanya setetes demi tetes, tampaknya luka atas KEHILANGAN buah hati yang tiap hari menghiasi hari – harinya membuatnya tak sanggup lagi menahan luka yang amat dalam hatinya.

Ini adalah sebuah fenomenal yang terjadi dan sangat fitrah terjadi pada setiap manusia ketika kita merasakan kehilangan, Entah itu kehilangan anaknya yang meninggal dunia seperti yang dialami ibu tersebut, entah itu sesuatu yang kita suka atau seseorang yang berharga bagi kita.

“Perasaan tidak terima”……itulah yang kita rasakan, hal itu terasa hingga beberapa menit setelah kejadian itu terjadi. Bingung, gundah, menangis, berteriak, marah – marah akan menyelimuti emosi perasaan di saat kita menghadapi sebuah kehilangan. Perasaan kita sangat kacau dan susah terkendali.

Sampai pada akhirnya kita lelah dengan perasaan tersebut, dan kita menangis. Setetes air mata yang jatuh seolah tak tertahan mengiringi perasaan yang mempunyai anggapan dalam hati bahwa kebahagiaan hidup yang kita rasakan seolah menciut dan hilang dalam sekejap.

Kita merasa sudah tidak ada lagi warna indah dalam hidup, kita merasa hati kita mati, dan sejenak kadang kita menyalahkan…..

Ya ………MENYALAHKAN.

Kita menyalahkan Takdir…..

Kita menyalahkan Tuhan tidak adil….

Kita Menyalahkan orang lain….

Terlebih kita Menyalahkan diri kita sendiri…

Tragis dan sangat mengiris di hati

Anggapan yang tak lazim pula sering kita teriakkan dalam hati dengan merasa bahwa diri kita sudah tidak diperlakukan secara adil , kita merasa dianggap sampah, kita merasa di buang , kita merasa dikhianati dan ilusi – ilusi negative lainnya akan selalu menyelimuti hari – hari kita setelah kita merasakan sebuah KEHILANGAN.

Dan seiring berjalannnya waktu satu, dua, tiga hari dan seterusnya. Ilusi kejadian yang menyakitkan tersebut seolah melekat dalm benak dan fikiran kita. Seolah menghantui dan berakibat timbulnya perasaan tak menentu yang terus menerus menyelimuti dan sulit sekali untuk menciut dan mereda.

Di situlah seseorang baru merasakan betapa berharganya nilai sesuatu yang telah meninggalkan kita, disitu jugalah kita mengetahui sesuatu yang telah pergi itu sangat berarti bagi kita.

Ilusi – ilusi menyakitkan kadang sering tampak juga ketika kita sejenak merenung sendiri, mengenangnya, dan kadang pada saat kita berada di suatu tempat yang pada saat itu kita pernah melalui dengan sesuatu yang meninggalkan kita itu.

Meskipun kadang kejadiannya sudah menjauh dari waktu, tapi ilusi itu akan terus terekam kuat dalam hidup kita dan tak jarang pula sering mengusik hati dan kadang menghambat perjalanan hidup yang kita lalui

Trus…? sampai kapan ilusi – ilusi menyakitkan itu akan segera berakhir…?

sampai kita menyadari bahwa sebenarnya kita sudah terjangkit virus Sindrom of Yesterday.

Dengan menyadari bahwa kegiatan mengingat ilusi buruk itu tak akan mengubah keadaan dan tak akan pula mendapatkan apa yang sudah hilang, maka kita akan berubah dengan sendirinya yang memiliki imun yang lebih bervelue. dan kita bisa meggunakannya untuk mendapatkan yang lebih baik dari yang sudah pergi menghilang entah kemana..

Inilah fase yang akan kita alami setelah kita KEHILANGAN. Kejadian ini pernah aku bicarakan bersama Kei ( Instruktor Hitmansystem ) dan dia menjabarkan fase – fase yang akan kita lalui setelah kehilangan.

Inilah fase – fase itu :
1. Denial ( Perasaan tidak terima )
Sekejap setelah beberapa detik / menit setelahnya kita merasa kaget, bingung, kehilangan kendali dan kadang tidak percaya bahwa sesuatu yang telah hilang itu sudah tidak ada lagi. Emosi meluap – luap dan seolah kita akan membuktikan bahwa kita tidak kehilangan. Dan pada saat itu jugakita kadang masih belum percaya sepenuhnya klu kita sudah kehilangan. Tapi apa yang sebenarnya terjadi kita sudah KEHILANGAN.

2. Angry ( Marah )
Inilah yang kita luapkan setelah kita sudah percaya bahwa sebenarnya kita sudah KEHILANGAN setelah kita melewati fase Denial .dan di teruskan di fase berikutnya yaitu sedih atau berduka.

3. Berduka Cita ( Sedih )
Hari demi hari bulan demi bulan hingga tahun demi tahun dan seterusnya kita akan terjangkit perasaan sedih yang sering muncul dan terngiang dan menjadi sebuah kenangan yang menyakitkan. Kadang bayangan tersebut muncul begitu saja yang berakibat sedih yang tak kunjung selesai.

4. Nerima
Inilah fase yang kebanyakan orang sulit untuk melakukannya. Kita tidak bisa menerima bahwa kita kehilangan dan kadang kita masih mencari bukti bahwa klu bahwasanya kita masih belum kehilangan, misal klu kita kehilangan orang yang kita cintai ( broken heart ) kita masih berusaha dengan jurus – jurus kita bagaimana caranya si dia kembali yang menandakan bahwa sebenarnya DIRI KITA ADALAH ORANG YANG TIDAK KITA PERCAYA.
Sehingga setelah kita gagal kita akan merasa Denial lagi , Angry , Sedih dan begitu seterusnya, fase – fase itu akan terus berputar sampai kita menutupnya dengan Menerima

Terima bro… yang terjadi biarlah terjadi, sudah tidak bisa diulang lagi…!!

Terus gimana dong caranya ngilangin ilusi – ilusi menyakitkan tersebut
Kei juga membeberkan cara- cara bagaimana kita bisa menetralisir racun tersebut.

1. Menghindar dari sumber penyakit, hindarilah tempat – tempat yang menimbulkan kita terperangkap lagi, barang – barang yang berhubungan dan hal- hal yang mengingatkan kita pada kenangan – kenangan tersebut.
2. Stop mikir sendiri, berusaha mengenang masa lalu, “klu seumpanya Si dia bersamaku aku akan bahagia..” busyyetttt.. stop bro berpikiran menghayal sesuatu yang g jelas lho bisa gila….
3. Accept and Let Go ( terima dan pasrah ), sudah lah bro yang lalu biarlah berlalu.. , dan tidak akan kembali lagi fase ini adalah awal dari kebangkitan dan mulai dari yang baru,.,..
4. Upgrade, hiasi hari-hari dengan pekerjaan yang lebih baik, lebih menarik, lebih indah dan lebih bervariasi dari sebelumnya.

Dan satu hal yang gue tangkep bahwa Kei pernah mengatakan pada gue : “Salah satu penyebab pendertaan adalah ketika loe berusaha mnegontrol apa yang gak bisa loe kontrol, dan gak bisa menerima apa yang sudah terjadi. ACCEPT AND RESET!

So, selamat bertransformasi

Sun Achilleus

Cewek dan Pasir Hisap

keinih artikel dari suhu gue Kei yang kayaknya perlu gue review di blog gue

Artikel ini cukup panjang, namun luangkanlah waktu sejenak untuk membaca paling tidak 3 paragraf pertama.

Saya jamin Anda tanpa sadar akan membacanya sampai habis karena isi artikel ini akan memberi penjelasan yang Anda butuhkan dan merubah paradigma Anda tentang hubungan pria wanita.

Alkisah…

Seorang pria menyukai seorang wanita.
Sang wanita juga menyukai sang pria.
Mereka mengalami masa-masa indah bersama.
Lewatkan waktu bersama.
Tersenyum bersama.
Tertawa bersama.
Segalanya indah.
Lalu masalah itu datang.
Dan semuanya hancur berantakan.
Langkah mereka menjauh.
Hati mereka hancur.
Perpisahan di ambang pintu.
Sang pria tidak bisa membiarkan sang wanita pergi.
Sang pria terlalu menyayangi sang wanita.
Sang pria tidak ingin kehilangan sang wanita.
Maka ia berusaha menunjukkan ketulusan perasaannya.
Namun semakin ia berusaha.
Semakin ia terjerumus dan tidak bisa keluar.
Terperangkap oleh pasir hisap.

Ini bukan puisi cinta murahan. Ini adalah pengalaman banyak pria di luar sana. Apakah Anda pernah mengalami hal yang serupa? Saya pernah, beberapa kali malah.

Hanya demi mempertahankan hubungan yang memburuk, Anda melakukan semua hal yang akan dilakukan pria manapun di saat seperti itu: melancarkan serangan bertubi-tubi. Sms dan telpon setiap hari, menyatakan perasaan Anda berulang kali, membelikan hadiah-hadiah, memperlakukan dia lebih baik dari sebelumnya bak putri raja, mencoba melucu dan membuat dia tertawa, lebihparah lagi saya bahkan pernah menuliskan puisi-puisi romantis dengan harapan itu semua akan membuatnya berpaling kembali.

Anda menjadi pengemis yang mengharapkan dengan iba sisa-sisa perasaan dia pada Anda. Namun hasilnya tidak sesuai dengan harapan dan sangat tidak sebanding dengan pengorbanan Anda, karena pada akhirnya dia tetap pergi meninggalkan Anda di tengah-tengah kefrustrasian. Anda tidak mengerti. Kenapa setiap usaha untuk membuktikan ketulusan perasaan Anda selalu berakhir bagai asap diterpa angin? Kenapa ketulusan Anda hanya bagai sampah di matanya? Kenapa seolah-olah perasaan wanita itu gampang sekali berubah menjadi dingin?

Banyak dari teman-teman saya adalah pria-pria yang berkualitas. Intelek, mandiri, berbakat dan tulus. Namun seumur hidupnya, mereka sama sekali tidak pernah berhasil dan selalu gagal dalam hubungan dengan wanita. Ada apa ini? Ada yang tidak beres dengan dunia ini! Kenapa begitu banyak pria-pria luar biasa di luar sana yang mengalami hal ini?

Saya pernah mengalaminya dan saya tahu perasaan Anda. Saya menghabiskan begitu banyak waktu untuk mencari jawabannya. Bertanya kesana kemari dan menipu diri dengan penjelasan yang membuat saya terhibur sementara. Hingga akhirnya saya muak dengan segala keputus asaan dan memutuskan untuk keluar dari keadaan ini. Karena kebetulan saya adalah orang yang gemar membaca, maka langkah awal saya bermulai dari situ.

Saya mulai membaca materi-materi tentang hubungan pria dan wanita. Saya juga mulai mempelajari ilmu psikologi, mencoba mencari jawaban kenapa manusia bereaksi sedemikian rupa dalam situasi tertentu. Saya mulai mengamati pola-pola hubungan yang ada dalam tatanan sosial kita. Dan mulai bergaul dengan orang-orang yang memiliki pengalaman pahit yang serupa dan memutuskan untuk melakukan sesuatu.

Disitulah saya bertemu Lex dan Jet. Saling bertukar pengalaman dan berbagi pengetahuan.

Dan akhirnya kami menemukannya..

PERASAAN TERTARIK ITU TIDAK BISA DIPAKSAKAN.

Itu adalah hal yang natural dan timbul karena input dan stimulasi-stimulasi tertentu. Tentu, Anda pasti berpikir “Kalau cuma begitu aja, gue juga tau!” Oke. Kalau Anda memang tahu, lalu kenapa Anda terus memaksa diri dan memaksa perasaan wanita yang sudah tidak tertarik kepada Anda?

Tidak peduli seberapa konsistennya Anda, seberapa bertubi-tubinya serangan Anda, kalau si wanita memang sudah tidak tertarik, tidak ada lagi yang bisa Anda lakukan selain pergi dan mulai mencari wanita baru! Anda sadar hal itu, tapi kenapa Anda tidak mau melakukannya dan malah berkutat dalam perangkap pasir hisap itu? Saya tahu jawabannya: Bukan karena cinta, ketulusan, atau alasan-alasan romantis picisan lainnya, melainkan karena RASA TIDAK PUAS Anda akan keadaan tersebut.

Sebagai pria, sejak kita kecil kita sudah dididik dan diindoktrinasi dengan nilai-nilai keberhasilan yang dipaksakan. Sehingga kita menjadi pecundang-pecundang yang tidak mau mengakui bahwa dirinya adalah pecundang. Kita tidak mau menerima kekalahan. Kita tidak ingin menghadapi kegagalan. Dan kita selalu berusaha untuk menjadi orang yang memegang kendali atas segala sesuatu. Dan ketika hubungan kita dengan wanita mulai terlihat gagal dan memburuk, kita akan melakukan segala daya upaya untuk memastikan kita tidak kalah!

Kita tidak puas dengan situasi tersebut. Kita ingin kembali memegang kendali. Kita ingin memperbaikinya karena kita merasa kita mampu memperbaikinya, kalau saja kita diberi kesempatan.

Untuk itulah, dengan dalih perasaan sayang atau cinta atau apalah, kita memaksa diri kita untuk tetap mempertahankan sang wanita. Padahal dengan melakukan hal-hal tersebut Anda telah memaksa wanita tersebut. Dan tidak ada orang yang suka dengan pemaksaan. Itu sebabnya, semakin Anda berusaha semakin sang wanita akan menjauh dan menghilang.

Kalau Anda benar-benar tulus, Anda tidak akan frustasi apabila sang wanita pergi meninggalkan Anda. Kalau Anda benar-benar tulus, Anda tidak akan berubah menjadi sinis atau malah benci kepadanya. Tapi kenapa banyak pria yang berubah sikap menjadi benci dan menjelek-jelekan wanita yang sudah menolak atau meninggalkannya? Karena Anda sudah kalah, dan Anda benci kekalahan. Makanya Anda mencoba menyalahkan sang wanita untuk kekalahan yang Anda alami.

Masuk akal?

Apabila Anda berkata “Ya” maka saya ingin mengatakan bahwa saya tidak menemukan hal ini begitu saja. Saya menghabiskan malam-malam penuh frustasi untuk mencari jawaban dan penjelasan. Saya tidak mau menjadi pecundang. Karena itu saya memikirkan berbagai macam alasan dan penjelasan yang hanya dapat menghibur sementara saja dan menyangkal kekalahan saya. Namun semakin Anda menyangkalinya, semakin Anda akan terpuruk.

Kalau Anda telah membaca sampai di sini dan merasa bahwa apa yang saya bagikan sesuai dengan keadaan Anda, maka ini saatnya Anda mengakui kekalahan Anda. Akui saja rasa ketidak puasanmu dan hadapi kegagalanmu. Setelah Anda melakukannya, Anda akan menyadari bahwa tidak apa-apa untuk mengakui kegagalan dan kekalahan.

Anda kalah dalam permainan ini, namun tidak ada yang akan menyalahkan Anda. Anda belum memiliki pengalaman yang cukup dan belum tahu cara-cara dan teknik-teknik yang diperlukan untuk memenangkan permainan ini, jadi kekalahan Anda adalah hal yang wajar.

Dan sekarang saatnya Anda memasuki permainan yang baru dengan lebih percaya diri dan kesiapan yang matang, karena Anda telah mengetahui alasan kenapa Anda kalah dan Anda tidak akan mengulanginya lagi.

Lupakan sang wanita, jangan pernah lagi mengemis dan menyerangnya dengan bertubi-tubi. Justru dengan Anda melepas dan memberinya keleluasaan, kesempatan Anda untuk mendapatkannya kembali di kemudian hari (apabila Anda masih berminat) akan lebih tinggi dibandingkan apabila Anda memaksanya.

Lupakan sang wanita, dan mulailah mencari wanita-wanita baru. Percayalah, cara termudah untuk melupakan seorang wanita adalah dengan bertemu wanita-wanita baru. Kenapa Anda harus peduli pada wanita lama Anda apabila Anda bisa di kelilingi oleh wanita-wanita yang sama atau bahkan lebih menarik darinya? Anda akan melupakannya dalam sekejap begitu Anda mulai bertemu dan bersenang-senang dengan wanita-wanita baru.

Namun bertemu dengan wanita-wanita baru adalah sebuah permainan yang lain lagi. Dan Anda membutuhkan skill khusus untuk dapat memenangkan permainan ini. Untuk itulah workshop Hitman System diadakan. Untuk membantu Anda bertemu dengan wanita-wanita baru dan melupakan yang lama.

Hitman System adalah live interactive workshop membagikan rahasia-rahasia kesuksesan dalam membuka hubungan dengan wanita di mana saja dan kapan saja. Berbicara tentang metamorfosa, perubahan paradigma, tehnik rahasia, pokoknya semua senjata yang Anda perlukan untuk menjamin kesuksesan Anda, dan dapat dipelajari oleh semua pria tanpa terkecuali.

Untuk info lebih jelasnya silakan kunjungi web http://www.hitmansystem.com atau kirimkan pertanyaan Anda mengenai workshop, materi atau masalah dan kesulitan-kesulitan Anda dengan wanita ke hitmansystem(at)gmail.com tulis dengan singkat dan jelas, dengan subject: NUMPANG TANYA.

Sahabatmu,
Kei

Mengapa Anda Perlu Gagal

andaperlugagal
>
nih artikel dari lex dePraxis yang ngelurusin mindset gue yang awalnya gue beranggapan bahwa kegagalan menurut gue adalah suatu yang menjadi beban hidup tapi sebenarnya…? ya udah mending kita baca aja deh artikel sakti ini…>

Jujur saja, kesuksesan adalah sesuatu yang terlalu dibesar-besarkan. Semua orang ingin sukses, lebih sukses, dan paling sukses di bidangnya masing-masing. Orangtua kita menghabiskan sedemikian banyak waktu, energi, dan materi untuk membuka mata kita akan pentingnya kesuksesan, namun lupa untuk mengingatkan bahwa justru kegagalan adalah awal dari kebijaksanaan dan kekuatan.

Hari ini saya akan melengkapi kealpaan tersebut. Hari ini saya akan mencolok kedua mata Anda sedemikian keras agar bisa mengerti betapa pentingnya sebuah kegagalan.

* Rasa takut gagal adalah alasan paling utama mengapa lebih dari 80% orang di dunia ini tidak pernah bisa mencapai impiannya. Bukan karena impiannya yang terlalu aneh atau tinggi, bukan juga karena kurang perencanaan yang matang, kurang sumber daya, kurang semangat, kurang dukungan, dsb. Rasa takut gagal, itulah agen sabotase terbesar yang memisahkan Anda dari apapun yang menjadi cita-cita Anda.

* Kesuksesan bersifat monumental dan periodik yang akan rubuh kehilangan cahayanya, hilang terlupakan beberapa di detik setelah Anda tersandung atau seseorang merebut kesuksesan tersebut dari tangan Anda. Sementara kegagalan bersifat transendental yang tidak akan pernah hilang ataupun terlupakan karena Anda akan mengantungi pelajaran penting yang akan terus mempengaruhi seluruh aspek hidup Anda seumur hidup.

* Kunci terpenting dalam hidup adalah memiliki kemampuan untuk bangkit berdiri lagi setelah terpeleset jatuh (bounce back), dan Anda tidak akan pernah bisa memilikinya jika Anda tidak pernah gagal atau jarang merasakan kegagalan. Kesuksesan tidak membuat seseorang jadi lebih baik dan lebih dewasa, malah biasanya berefek sebaliknya. Justru kegagalan yang menempa Anda jadi bermental baja.

Kegagalan merupakan pemicu dari inspirasi dan kerendahan hati. Kesuksesan jarang sekali memicu kedua hal tersebut, percayalah Anda akan sangat-sangat membutuhkannya ketika sukses nanti. Lebih jauh dari itu, berdasarkan pengalaman pribadi saya berani menyimpulkan bahwa nilai-nilai yang Anda dapatkan selama 3 tahun menjadi orang sukses jauh lebih rendah daripada nilai-nilai yang Anda dapatkan dalam kegagalan selama 3 menit. Jika Anda tidak percaya akan hal ini, silakan tanyakan pada tokoh-tokoh yang Anda kagumi.

Coba simak kutipan berikut ini dari Jon Carrol:

“Success is boring. Success is proving that you can do something that you already know you can do, or doing something correctly the first time, which can often be a problematical victory. First-time success is usually a fluke. First-time failure, by contrast, is expected; it is the natural order of things.

Failure is how we learn. I have been told of an African phrase describing a good cook as ’she who has broken many pots.’ If you’ve spent enough time in the kitchen to have broken a lot of pots, probably you know a fair amount about cooking. I once had a late dinner with a group of chefs, and they spent time comparing knife wounds and burn scars. They knew how much credibility their failures gave them.“

Akhir kata, menjadi sukses itu adalah perkara mudah, jika Anda senantiasa memahami seni bangkit kembali.

Jadi apakah Anda sudah mengalami kegagalan hari ini? Jika ya, selamat!

Salam revolusi cinta,
Lex dePraxis
Solusi Romansa #1 di Indonesia

Achilles ( Greek Hero )

troy-560Real Name: Achilles

Identity/Class: Human, Demi-god

Occupation: Prince of Phthia, Warrior

Affiliations: Agamemnon, Chiron, Menelaus, Myrmidons, Odysseus, (former) Diomedes, Pandarus

Enemies: Cycnus, Hector, Helen of Troy, Mikaboshi, Paris, Penthesileia, Pluto, the Trojans, (former) Agamemnon

Known Relatives: Peleus (father), Thetis (mother), Neoptolemus (son by Deidameia, alias Pyrrhus), Telamon (uncle), Ajax The Great (cousin), Aeacus, Nereus (grandfathers), Endeis, Doris (grandmothers); Polyxena (wife), Caistrus (son by Penthesilia), Zeus (great-grandfather)

Aliases: None

Base of Operations: Phthia (now part of Modern Greece)
Troy (now part of Modern Turkey)

First Appearance: Thor Annual#8 (November, 1979)

Powers/Abilities: Achilles possibly possessed exceptional strength, stamina, and resistance to injury due to his semi-divine birth. He was stronger, faster, and more inexhaustible than most human beings, but not to a superhuman degree. He was also invulnerable with the exception for his ankles, which lacked the godly enhancements of his physical stamina. He could not be harmed by any means, but a wound in his ankles could prove certain death. He was also a particularly ruthless warrior with a sword and in unarmed combat, and he could show particularly brutal tactics when heightened by a warriors’ rage. He carried a sword and wore armor forged by the god Hephaestus.

History: (Greek Legend)- Achilles was the son of King Peleus of Phthia and the minor sea-goddess, Thetis. The Titaness Themis predicted that any son of Thetis would live to oppose his father, and Zeus and Neptune quickly married her off to Zeus’ grandson, Peleus. During the wedding, the goddess Discord (later to be known as Bellona) became angry that she had not been invited and tossed into the gathering an apple that had been inscribed “For The Fairest.” Venus, Hera and Athena immediately tried to claim it in a series of events that triggered the Trojan War.

Thetis desired her son Achilles to be an immortal and dipped him into the waters of the River Styx and then began to burn off his mortality, but since his ankles remained covered by her hands during the ritual, that part of him remained mortal. Surprised by Peleus, she abandoned him and took Achilles to be raised by the centaur Chiron. As a pupil, Achilles became friends with Patroclus.

Thetis, however, knew of the Trojan War growing to be inevitable and hid Achilles as a female among the daughters of King Lycomedes of Scyros. One of the daughters, Deidameia, however, must have discovered the ruse because she gave birth to his son, Pyrrhus, later be known as Neoptolemus. Odysseus of Ithaca came looking for Achilles since he knew he would need his help in the war. He dragged in a cart of weapons and dresses, and Achilles remained true to his personality and took a sword to admire which revealed his identity to all concerned.

Trying to stop her son from entering war with the Trojans, Thetis warned he was destined for a long life in Phthia or a short glory at Troy. He decided to go for the glory as she further warned him not to be the first to raise a sword or to draw upon King Tenes of Tenedos, because as Tenese was a son of Apollo, Apollo would be sure to avenge him While Achilles was sure not to be the first to storm the beaches of Troy or to raise a sword, he killed King Tenes almost immediately. He was also pitted against Cycnus, the son of Poseidon, who was invulnerable to weapons, and managed to strangle him on his helmet

In the early months of the war, Achilles seized for himself a concubine as a spoil of war, but the King Agamemnon seized her for himself in order to keep Achilles’ mind centered on the war. Achilles, meanwhile, withdrew from the war entirely as the Trojans pummeled the Greeks.

(Thor Annual#8/Greek Legend)- The Asgardian god Thor was thrust back in time through caverns under his native Asgard. Entering the time of the war, he befriended the Dardanian prince Aeneas and helped him to push back the Greeks. Patroclus asked Achilles to wear his armor to confront this newcomer and the Trojans. Mistaken for Achilles, Patroclus was killed by Hector, one of the Trojan leaders. To avenge Patroclus, Achilles forgot his feud with Agamemnon and took up a new sword and armor to kill Hector. Dragging the prince’s corpse behind his chariot as a prize of war, he was soon approached by King Priam under a mission of mercy, who was claiming his son’s body to be given a hero’s funeral, a vow Achilles could not refuse. He also tried to ask Priam for the hand of his daughter Polyxena in marriage, but Priam refused him.

(Greek Legend)- Priam, meanwhile, contacted the Amazons as allies against the Greeks. Achilles noticed among them the Amazons Penthesilia and met her in battle. As she impressed him with her reputation, Achilles fell in love with her, and she reportedly gave him a son named Caistrus.

Achilles was soon thereafter killed by Paris whose arrow was guided by Apollo to Achilles’ ankle in order to avenge his son, Tenes. His armor was given to Odysseus and his ashes were mixed with that of Patroclus. To replace him, Odysseus brought Achilles’ own son, Neoptolemus, who was now a young man, into the war.

(Thor Annual#8/Greek Legend)- Odysseus meanwhile used cunning deceit inspired by Loki, who had traveled to this time with Thor, to gain entrance into Troy. Smuggling himself inside the city within a great horse, Odysseus opened the gates and allowed the Greeks to enter and burn the city to the ground. In the aftermath, Achilles’s ghost appeared and asked that Priam’s daughter Polyxena be sacrificed on his tomb so that they could be together in the afterlife. They were allegedly then married in the Underworld. Achilles’ ghost also visited Odysseus when he traveled near the Underworld, to seek guidance in his return home.

(Ares#1) – During a battle with Pluto, Achilles joined the great heroes of Earthly legend in fighting alongside the Olympians.

(Ares#2) – When Olympus was invaded by the Japanese demons led by Mikaboshi, Zeus sent Achilles to led their armies. Achilles faced Mikaboshi, but suffered a terrible wound to his face that would not heal. Wanting to bring Ares into the battle, Achilles had the Myrmidons guard his son Alex Aaron in Olympus while he journeyed to Earth with two Myrmidons to enlist Ares. Ares was surprised by Achilles’ injured face, and complimented him on it, as it had improved his “womanly looks.” When they returned to Olympus, they found all but one Myrmidon slain, and Alex had been kidnapped by Mikaboshi. Ares joined Achilles in battling Mikaboshi’s forces.

(Ares#3-5) – Achilles remained ever-faithful by Ares’ side as he led the Olympians into battle to destroy Mikaboshi and rescue his son. Ultimately, with the aid of gods from the east, they triumphed, although Zeus was seemingly slain in the battle.

Comments: Adapted by Roy Thomas, John Buscema and Tony DeZuniga.

According to the myth, Achilles was nine years old when he was hidden as a girl and fifteen when he was called into war. Since the war lasted ten years, he was twenty-five when he died and had been born in 1208 BC. If he conceived his son Neoptolemus when he was thirteen, then Neoptolemus was thirteen himself when he was called into war. From these dates, and a lot of dead reckoning, it is possible to date pretty much all the events in Greek and Roman myth by using the lengths of relative kings in power as a guide and working backward on a family tree of the kings of Ancient Greece.

The term, “Greeks” is topical since that term would not exist in the area for at least another thousand years.

The Greeks buried many of the casualties of the Trojan War on White Island near the mouth of the Danube in modern Romania. Legends have it that their ghosts were seen there as late as the Fifth Century AD.

by Will U and Prime Eternal

CLARIFICATIONS:
Achilles is not to be confused with:

* Achilles of the Pantheon, @ Incredible Hulk II#379

Images taken from:
Thor Annual#8, page 9, panel 3
Thor Annual#8, page 42, panel 5
Thor Annual#8, page 43, panel 1
Thor Annual#8 (November, 1979) – Roy Thomas (writer/editor), John Buscema (pencils), Tony DeZuniga (inks)
Ares#1-5 (March-July, 2006) – Michael Avon Oeming (writer), Travel Foreman (penciler), Derek Fridolfs (inker), Warren Simons (editor)

Last updated: 07/10/06

Any Additions/Corrections? please let me know.

Non-Marvel Copyright info
All other characters mentioned or pictured are ™ and © 1941-2099 Marvel Characters, Inc. All Rights Reserved. If you like this stuff, you should check out the real thing!
Please visit The Marvel Official Site at: http://www.marvel.com

source : http://www.marvunapp.com/Appendix/achilles.htm

Apakah Hidup itu Sama Seperti Main Game ?

FunPhotoBox_051558rwmfmsBermain game…! kita semua kayaknya sering bermain game, game sering dimainkan oleh anak –anak sampai orang dewasa tergantung tingkatannya. Game juga dapat dijadikan hoby. Kalau kita melihat di mall, game – game yang tersedia disana masih ramai diminati masyarakat, kadang ada beberapa orang yang rela menghabiskan kocek dan waktu mereka untuk sebuah game.

Terus apa imbalan dari bermain game ? , kebanyakan dari mereka bilang “ seru “, dan ada yang bilang karena merupakan permainan yang menyenangkan .

Dari beberapa pendapat yang sering muncul dari banyak pemain game, game dikatakan seru bila game tersebut memiliki tantangan, semakin sulit tantangan dalam permainan game tersebut, semakin seru dan semakin penasaran untuk memainkannya.

Jika game tersebut mudah, dan kita sering menang dalam game tersebut kayaknya game itu tidak akan seru dan mungkin tidak akan laku di pasaran. Tentunya kita tau game yang banyak digemari para gamer adalah game yang seru dan sulit bagi kita memainkannya. Itulah tantangan – tantangan yang membuat game itu semakin seru.

Apakah hidup itu sama dengan bermain GAME….!

Saya jawab Mirip !

Why…?

Kenapa saya bilang mirip…! Dalam game banyak sekali rintangan – rintangan yang menjadikan kita sulit untuk menang, banyak level-level yang membuat kita sulit untuk mencapai puncak finish. Dan kurasa dalam hiduppun kayaknya juga begitu banyak masalah sulit yang sering kita hadapi. Banyak masalah ini dan itu yang membuat kita terhambat untuk mencapai suatu kesuksesan yang kita inginkan . Itu adalah game,… sobat…..

…Jika kita salah bermain game kita akan kalah terus dan kita tidak akan tau kelanjutan kesuksesan kita.

Saya bilang “mirip” antara hidup dan bermain game, dan saya tidak bilang “sama” karena game dalam hidup bukannlah sebuah pilihan, game dalam menjalani hidup harus kita terima mau atau tidak mau, untuk itu kenapa kita harus bersekolah dari TK sampai SMU dan bahkan perguruan tinggi, tujuannya adalah agar kita bisa memainkan game dengan benar nantinya, agar kita bisa mencapai finish kesuksesan dalam bermain game tersebut, jika kita kalah dalam bermain game karena tidak tau strategi atau alasan – alasan lain kita akan malah terpuruk di level – level rendah tanpa bisa mencapai tingkat level yang tinggi.

Strategi – strategi itulah yang harus kita tau dalam bermain game atau menjalani game kehidupan agar kita sukses.

Dalam menjalankan sebuah strategi kadang kita terpaku pada yang itu – itu saja sehingga apabila strategi tersebut gagal kita frustasi lalu putus asa.

Bro lakukan strategi yang lain yang lebih menguntungkan …

Jika cara yang lama tidak menghasilkan apa – apa berarti cara kita salah, kita mulai lagi cara lain yang menurut kamu lebih benar…

Trial and Error, Trial and Error,……………

lakukan sampai kita mendapat apa yang kita idamkan.

So janganlah menganggap masalah itu terlalu serius, dan pilunya lagi kita putus asa dalam menjalaninya, ……Karena kita belum tau bahwa hidup sebenarnya adalah

SEBUAH PERMAINAN BESAR….

Dalam permainan kalau kalah, ya restart lagi dong dan mulai lagi dengan strategi yang baru…

Klu Game itu mudah ya ga seru…….

Bukankah hidup kita akan lebih menarik dan sangat membanggakan jika kita mampu menyelesaikan sebuah permasalah yang besar….

Hmmm……klu sekarang saya suka bermain game he…he…
So, jangan terlalu serius menghadapi game kehidupan.

Sun Achilleus

Perjuangan Memang Butuh Pengorbanan, Benarkah…?

pengorbananEntah dari mana paradigma konyol itu masih berlaku sampai sekarang. Seakan – akan untuk mencapai sesuatu yang kita inginkan KITA HARUS BERJUANG…., KITA BUTUH PENGORBANAN,…..

Hal tersebut sangat mengingatkan kita pada perjuangan Indonesia melawan penjajahan BELANDA, “Peraaang kita harus MERDEKA, MERDEKA, dan MERDEKA…….!!!” Kita teringat dengan peperangan, hati kita seolah terbakar…

Sungguh sangat mengerikan sekali.

Berkorban cenderung berefek pada menyakiti diri atau merugikan diri sendiri, baik riil maupun non riil, dengan harapan apa yang kita cita – citakan tercapai dan juga dengan kata BERKORBAN tersebut seolah – olah kita akan mendapatlkan apa yang kita mau dengan cara tersebut, dan sudah tidak ada cara lain lagi untuk mencapai sesuatu dengan cara berkorban tersebut.

Mari kita teliti sebentar..

“ PERJUANGAN MEMANG BUTUH PENGORBANAN “

Kata BERJUANG, dalam kata ini kita seolah –olah ngotot, bagaimanapun caranya sesuatu yang kita ingini harus tercapai, berjuang untuk menang berarti Ngotot untuk menang, “bagaimanapun dan apapun saya harus menang ? “

Sehingga sangat cenderung tergesa – gesa, penuh emosi, dan mata seolah rabun yang mengakibatkan gelombang otak naik menuju posisi beta. ……..Ingat Bung …….para ahli dalam hal otak mengemukakan hasil risetnya bahwa seseorang akan cenderung mudah terkena serangan penyakit jika posisi gelombang otak terjadi pada tahap ini ( tingkat stress ) sehingga pikiran kita tidak jernih lagi dan malahan berfikir sembrono yang mengakibatkan justru kita akan jauh dari harapan yang kita inginkan.

“Terlalu serius lo, nanti cepat tua”

Ditambah lagi dengan

Kata BERKORBAN, huhhh klop banget rasanya untuk menyempurnakan tingkat kesetresan kita, sehingga Jika Kita sudah BERJUANG dan BERKORBAN, kalau tidak berhasil…..hmmm anda sudah bisa menerkanya…

Apa yang anda terka ….? Kata kata berikut …

“ Bangsat, aku sudah berkorban nih, panas, hujan, sudah aku lalui, semuanya sudah aku korbankan, tapi aku belum mendapatkan apa –apa…? Aku Harus berkorban apa lagi….. “

“ Mungkin takdir ya, kayaknya aku harus berSABAR nih…..”

Ketika perjuangan yang disertai dengan pengorbanan itu gagal, kita cenderung menyalahkan…!

“Mungkin takdir kali ya..?”
“Mungkin belum jodohnya kali ..?”
“Mungkin pengorbananku kurang …?”

kemudian kita hibur diri kita dengan kata

“Sabaaaaar………jangan marah….!!!” saya yakin dalam hati pasti anda sangat kecewa.

Anggukkan kepala anda jika apa yang sudah saya utarakan itu tidak salah.
Dan ajukan sebuah komentar jika anda masih belum puas dengan apa yang sudah saya jabarkan.

WHY YOU SO SERIOUSLY, sobat , bung ,atau siapalah …

Banyak jalan menuju Roma…, Itu yang menurut saya pribadi paradigma peribahasa yang benar .

Banyak orang – orang sukses justru karena melakukan dengan pelan –pelan, santai, relax and Not so seriously.

Karena dengan santai kita bisa berfikir dengan jernih, bersih dan tidak tergesa – gesa.

Dengan santai pula kita bisa terlihat ramah, baik, dan mungkin terlihat sangat sopan sekali, sehingga ketika orang lain bertemu kita, orang tersebut cenderung merasa aman, tenang, mungkin nantinya akan menjalin sebuah kerjasama dengan anda.

Tapi kalau Kita ngotot,……. Udahlah tebak sendiri deh hasilnya kayak apa…

So, kesimpulannya rubahlah paradigma – paradigma yang salah dalam masyarakat, berilah / ajarkanlah pola pikir yang benar kepada masyarakat, entah itu teman kita, keluarga kita, anak asuh kita dan semua orang yang kita kenal maupun tidak kita kenal. Agar mereka tidak mengalami kepahitan akibat pola pikir yang keliru .

Jika anda tidak setuju …….. saya persilahkan anda berkomentar…….sehingga nanti kita bisa mendiskusikannya lagi….

Mantan orang serius,

Limazboy